Hak dan kewajiban warga negara

A . Hak dan kewajiban memperoleh keadilan

Menjadi tugas – tugas badan pemerintah dan seluruh anggota masyarakat untuk menegakan keadilan , disamping itu masing – masing orang juga berhak untuk mengajukan protes ketidakadilan , karena ketidakadilan menginjak hak asasi manusia dan keadilan merupakan suatu nilai yang tertinggi di antara segala nilai yang ada didalam hubungan antara manusia didalam hidup bermasyarakat .

Sampai saat ini masalah ketidakadilan dan hak memperoleh keadilan selalu menjadi topic permasalahan yang tidak pernah habis – habisnya . dapat dikatakan tidak habis – habisnya , karena keadilan merupakan penggabungan dari berbagai masalah kebijaksanaan yang selalu diusahakan dari setiap waktu dalam berbagai msalah yang dihadapi .

Ketidakadilan di Negara kita ini tidak dapat di bantah lagi dan merupakan bukti yang nyata , contoh – contohnya ketidakadilan misalnya dalam ketikmerataan pendidikan karena pengaruh kemiskinan , walaupun pemerintah telah mengambil kebijaksanaan dalam bidang pendidikan , tetapi kebijaksanaan yang diambil belum dapat menghapus ketidakmerataan dibidang pendidikan tersebut .

Hal – hal lain yang menyangkut ketidakadilan seperti tanah – tanah rakyat

Yang dipakai untuk membangun perumahan – perumahan , ataupun untuk membangun gedung – gedung perkantoran dengan dalih demi meningkatkan pembangunan , atau hal – hal lainnya . memang bila kita ingin pembangunan berhasil kita harus memberikan kelonggaran kepada pemerintah , tetapi apakah harus memberikannya begitu saja , sedangkan orang – orang bawah pemerintah menggunakan kesempatan itu untuk keuntungan pribadinya .

B.Hak dan kewajiban memperoleh pendidikan

Pendidikan merupakan hal yang penting , karena melalui pendidikan yang sebenarnya akan terbentuklah insane – insane intelektual dan hal itu akan mengurangi ketidakadilan dinegara kita . melalui pendidikan pula kita akan                                 mencapai kesempurnaan atau kedewasaan untuk menghadapi persoalan hidup , karena pendidikan adalah proses atau usaha setiap manusia yang berlangsung terus menerus . jadi , pendidikan sangatlah mempengaruhi kehidupan manusia , seperti yang disebutkan dalam ketetapan MPR no.IV Tahun 1978 , bahwa :

“pendidikan berlangsung terus menerus , seumur hidup dan dilaksanakan didlam lingkungan rumah tangga , sekolah dan masyarakat . oleh karena itu , pendidikan adalah tanggung jawab keluarga, masyarakat dan pemerintah “.

Pendidikan dalam lingkungan keluarga , meliputi masa kanak – kanak semenjak dilahirkan sampai ia bersekolah khususnya ,umumnya meliputi kehidupan si anak sampai ia dewasa dan dapat berdiri sendiri .

Kemudian dalam lembaga formil sekolah , selama si anak bersekolah disini pendidikan rumah tangga masih berlanjut dan pendidikan dalam masyarakat mulai memainkan peranan dan yang terkhir adalah pendidikan dalam masyarakat , setelah ia menyelesaikan atau keluar dari pendidikan formalnya dan memasuki kehidupan masyarakat .

C . Hak dan kewajiban memperoleh kelayakan hidup

Kemiskinan merupakan akibat dari tidak dimilikinya epubl – epubl modal dan nilai – nilai yang maju . penyebaran modal dan perkembangan tekhnologi akan dapat mengubah masyarakat yang miskin menjadi maju dan akhirnya krisis kemiskinan lambat laun kan lenyap dengan adanya proses proses pertumbuhan ekonomi yang terus menerus atau kemiskinan dapat pula disebabkan penguasaan perekonomian sepihak atau tunggal .yang menjadikan kelompok miskin dan sekelompok kaya . hal ini dapat kita lihat dari sejak jaman penjajahan .

Biasanya setiap rakyat kecil adalah pihak yang paling menanggung beban krisis saat ini. Mereka berhak untuk mengetahui penyebab dari penderitaan hidup mereka . tidaklah berperikemanusiaan apabila memperbiarkan mereka hidup dalam penderitaan .

Pemenuhan hak penghidupan yang layak tercantum dalam undang – undang dasar 1945. Sebenarnya semakin membaik , dalam hal ini kemakmuran masyarakat memang belum tercapai karena mungkin masih mungkin dalam taraf pembangunan

Usaha – usaha untuk memperbaiki kehidupan dan menghapus kemiskinan masih terus berlangsung .Hal ini dibuktikan dengan adanya usaha – usaha dalam meningkatkan produsi dan pesediaan dari berbagai barang dan jasa kebutuhan pokok rakyat yang kian maju .dengan adanya persediaan barang kebutuhan pokok rakyat yang cukup besar ,seperti sandang pangan , maka kestabilan dalam bidang ekonomi untuk masa mendatang dapat diatasi dengan baik .

D . Hak dan kewajiban kebebasan berserikat dan berkumpul

Hak kebebasan berserikat dan berkumpul adalah sebagian dari hak – hak kebebasan , didalam pasal 28 undang – undang dasar 1945 disebutkan bahwa :

“kemerdekaan berserikat dan berkumpul , mengeluarka pendapat dengan lisan dan tulisan sebagainya ditetapkan dengan undang – undang “.

Setiap kelompok atau masyarakat mempunyai hak untuk membentuk suatu kesatuan atau organisasi , sehingga di dalam pasal ii mencerminkan bahwa Negara Indonesia adalah bersifat demokratis , didalam islampun menjamin hak rakyat untuk berserikat .

Dalam pergaulan hidup itu , manusia menurut kodratnya dapat dibagi dalam golongan – golongan , hal itu timbul akibat dari berbagai jenis perhubungan dengan teman – teman lingkungannya atau dengan lingkunga masyarakatnya . perhubungan ini ada yang bersifat tetap atau menetap ,bersifat tetap atau menetap mislanya dalam hubungan keluarga , organisasi atau lembaga.dan yang bersifat tidak tetap atau smentara misalnya menonton bioskop , menonton pertunjukan sirkus  atau menonton pertandingan sepak bola , dan lain sebagainya .

Di dalam berkumpul bersama inilah biasanya terjadi percakapan – percakapan dan saling tukar pikiran , hal inilah yang menyebabkan bahwa orang hidup itu harus bertukar pikiran dan  pergaulan hidup itu dapat diwujudkan dalam berbagai macam ragam .

Dari pergaulan hidup itu timbul adanya persamaan – persamaan , maksud dan tujuan . kemudian akibat dari masalah itu , maka timbulah suatu golongan yang perhubungannya diadakan secara teratur yang dipimpin oleh seorang pengurus .hal inilah yang disebut dengan organisasi .

E . Hak dan kewajiban menjalankan agama

Agama merupakan kepercayaan dari setiap umat beragama , setiap warga Negara Indonesia diberikan kebebasan dalam memilih dan menjalankan ajaran agamanya . hal ini telah tercantum dalam pasal 29 undang – undang dasar 1945 ayat 2 :

“Negara menjami kemerdekaan tiap – tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing – masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaan itu “.

Dan kebebasan beragama merupakan hak yang paling asasi diantara segala hak – hak asasi manusia , karena kebebasan beragama bersumber langsung kepada martabat manusia sebagai mahlik ciptaan tuhan dan beragama itu bedasarkan keyakinan dan tidak dapat dipaksakan oleh siapapun , walaupun berlainan agama tetapi dasaranya adalah ketuhanan yang maha esa , sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 29 ayat 1 undang – undang dasar 19: “Negara bedasarkan atas ketuhanan yang maha esa “

Agama menyangkut rohani manusia dalam hubungannya dengan pencipta alam semesta , nilai yang meliputi semuanya . manusia mengakui adanya dan bergantung mutlak pada tuhannya , yang mana juga dihayati sebagai tenaga di atas manusia yang diluar kontrolnya dan secara bersama – sama menjalankan ajaran – ajarannya menurut kepercayaan setiap manusia

Sumber:

Kuntjoro Purbopranoto, HAK-HAK ASASI MANUSIA DAN PANCASILA, Pradnya paramita,Jakarta 1979.

This entry was posted in Hak dan kewajiban warga negara, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s