PLANET NEPTUNUS

Planet adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut:

Berdasarkan definisi di atas, maka dalam sistem Tata Surya terdapat delapan planet. Hingga 24 Agustus 2006, sebelum Persatuan Astronomi Internasional (International Astronomical Union = IAU) mengumumkan perubahan pada definisi “planet” sehingga seperti yang tersebut di atas, terdapat sembilan planet termasuk Pluto, bahkan benda langit yang belakangan juga ditemukan sempat dianggap sebagai planet baru, seperti: Ceres, Sedna, Orcus, Xena, Quaoar, UB 313. Pluto, Ceres dan UB 313 kini berubah statusnya menjadi “planet kerdil/katai.”

Planet diambil dari kata dalam bahasa Yunani Asteres Planetai yang artinya Bintang Pengelana. Dinamakan demikian karena berbeda dengan bintang biasa, Planet dari waktu ke waktu terlihat berkelana (berpindah-pindah) dari rasi bintang yang satu ke rasi bintang yang lain. Perpindahan ini (pada masa sekarang) dapat dipahami karena planet beredar mengelilingi matahari. Namun pada zaman Yunani Kuno yang belum mengenal konsep heliosentris, planet dianggap sebagai representasi dewa di langit. Pada saat itu yang dimaksud dengan planet adalah tujuh benda langit: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Astronomi modern menghapus Matahari dan Bulan dari daftar karena tidak sesuai definisi yang berlaku sekarang.

Cincin Gelap di Neptunus

Ditulis oleh ryant pada 20/10/09 • Kategori Planet, Tata Surya
Citra Neptunus yang diambil Voyager 2. Kredit : NASA

Ketika kita melanglang Tata Surya, di ujung terjauh dari planet-planet penghuni sistem ini ada Neptunus si planet raksasa terbesar ke-4 di dalam Tata Surya. Sama seperti planet raksasa lainnya di Tata Surya, Neptunus juga memiliki cincin. Cincin debu tipis yang mengitari planet ini ditemukan tahun 1989 oleh Voyager 2. Neptunus dinamai menurut nama dewa laut Roma saudara dari Pluto dan Jupiter, ditemukan pada tanggal 23 September 1846 dari prediksi matematik bukan dari hasil observasi.

Sebagai planet terjauh yang juga memiliki cincin, cincin di Neptunus mirip dengan cincin Jupiter hampir tak terlihat jika dibanding cincin Saturnus atau Uranus. Sampai saat ini diketahui terdapat 5 cincin yang sudah terdeteksi dan diketahui data-datanya di Neptunus yakni dari yang terdekat adalah cincin Galle, LeVerrier, Lassell, Arago dan Adams. Satu cincin lemah lainnya yang belum diketahui namanya memotong orbit bulan Neptunus yakni Galatea. Selain Galatea, ada 3 satelit Neptunus lainnya yang juga mengorbit di area cincin yakni Naiad, Thalassa dan Despina.

Cincin di Neptunus pertama kali diketahui keberadaannya pada tahun 1846 saat William Lasell penemu Triton berpikir ia telah melihat busur cincin mengelilingi Neptunus. Tahun 1968, melalui okultasi bintang untuk pertama kalinya cincin Neptunus berhasil dideteksi namun maish belum disadari kalau itu sebuah cincin. Cincin di Neptunus baru dibuktikan keberadaannya saat Voyager 2 melakukan terbang lintas pada tahun 1989. Saat ini, untuk bisa melihat cincin terang di Neptunus yakni cincin Adams dan LeVerrier bisa dilakukan dengan teleskop landas bumi maupun landas angkasa seperti Hubble Space Telescop


Citra cincin Neptunus yang diambil Voyager 2. Kredit : NASA

Cincin Neptunus memiliki partikel-partikel yang sangat gelap, seperti yang ditemukan di Uranus. Jumlah debu di dalam cincin Neptunus cukup tinggi antara 20-70%. Kelima cincin yang membusur mengelilingi planet Neptunus ini memiliki kondisi yang berbeda-beda. Cincin Galle dan LeVerrier yang merupakan cincin yang paling dekat dengan sang dewa laut ini memiliki kandungan debu yang cukup tinggi antara 40-70%. Keduanya juga merupakan cincin yang lemah, namun LeVerrier jauh lebih tipis dibanding Galle. Cincin ke-3 yang dinamai seperti nama penemu Triton, Lasell membentang lemah di antara LeVerrier dan Arago dengan kandungan debu hanya 20-40 %. Di bagian terluar, terdapat cincin Adams yang terdiri dari 5 busur terang yang dinamai mengikuti moto Revolusi Perancis yang terkenal yakni Fraternité , Egalite 1, Egalite 2, Liberté, dan Courage.

Cincin Neptunus diduga kuat masih sangat muda dengan usia jauh lebih muda dari usia Tata Surya. Selain itu diperkirakan cincin planet ini terbentuk dari tabrakan satelit dalam di Neptunus yang kemudian membentuk sabuk di area tersebut. Sabuk inilah yang menjadi sumber debu bagi cincin yang membentang tersebut.

Sumber:

Wikipedia

This entry was posted in PLANET NEPTUNUS. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s